Tuesday, November 1, 2011

Kewajiban Mahasiswa Hanyalah Mempersiapkan Diri

Masa depan, mau tidak mau pasti akan datang, mau tidak mau akan semakin tua. Jika Anda adalah seorang mahasiswa, cepat atau lambat Anda pasti akan lulus. Setelah lulus Anda harus mencari nafkah untuk diri Anda sendiri, dan juga untuk anak dan istri Anda nantinya.

Lantas pertanyaan yang timbul, sudahkah Anda siap?


Waktu menjadi mahasiswa, harus Anda optimalkan diri Anda untuk mempersiapkan itu semua. Ketika Anda masih SMA, Anda akan mempunyai segudang tugas yang harus Anda selesaikan, kewajiban mengikuti bimbingan belajar dan sebagainya. Tapi ketika Anda menjadi mahasiswa, Anda akan lebih leluasa mengatur waktu Anda. Disinilah waktu yang sangat tepat untuk mempersiapkan diri.

Secara garis besar, ada 3 jalan bagi seseorang untuk mencari nafkah, diurutkan mulai dari yang paling mulia (versi saya pribadi):

Tenaga Pengajar

Tenaga pengajar yang dimaksud adalah dosen, guru, ustadz, pak kiyai, guru spiritual, dsb. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang paling mulia dan paling membawa keberkahan, meski kompensasi (dibaca gaji) yang diterima terkadang tidak sepadan. Dengan menjadi seorang pengajar, doa orang-orang yang telah Anda bimbing akan terus mengalir ke diri Anda, sekalipun Anda telah tidur dengan tenang di liang kubur nanti.

Jika Anda berencana untuk mewujudkan itu, mulai sekarang Anda harus mempersiapkannya, agar nanti Anda benar-benar menjadi seorang pengajar yang handal. Jika Anda berniat menjadi seorang dosen, maka sudah mulai saat ini Anda harus membaca lebih dari teman-teman Anda. Anda sudah harus membiasakan diri dengan berbagai jurnal, riset, dsb.

Pengusaha

Tentu yang dimaksud adalah pengusaha yang jujur, bukan pengusaha yang sering menyuap birokrasi untuk melancarkan bisnisnya. Penguasaha merupakan pekerjaan yang mulia karena pengusaha telah memberikan kehidupan kepada orang lain, orang lain bisa mendapatkan kesejahteraan lebih di perusahaan Anda. Coba Anda bayangkan, betapa senangnya orang yang semula kehidupannya tak menentu, besok ia bisa makan atau tidak, ia tidak tahu, karena amat kekurangan. Tapi ketika ia bekerja di peusahaan Anda, ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Mulai saat ini, jika Anda benar-benar ingin menjadi seorang pengusaha, terlepas di bidang apa usaha Anda nanti. Mulai sekarang Anda sudah harus berlatih untuk jeli melihat kondisi pasar, Anda sudah harus mulai membangun network, Anda sudah harus mulai belajar bekerja keras, dan yang tak kalah penting Anda juga harus mulai bisa untuk bernegosiasi.

Pekerja

Dimanapun Anda bekerja, selama pekerjaan itu halal, Anda harus tetap mengupayakannya meski itu susah. Dengan menjadi seorang pekerja Anda telah mejadi orang yang mulia karena telah berupaya dengan semaksimal mungkin untuk memberi kehidupan kepada keluarga Anda. Setidaknya ketika Anda berniat menjadi seorang pekerja, Anda harus mulai belajar untuk berkoordinasi dengan orang lain. Lebih tepatnya Anda harus belajar untuk berorganisasi, mengkoordinir staff, melaporkan kepada atasan, menyampaikan gagasan, dsb.

Dengan adanya tujuan yang jelas, saat ini Anda bisa memberikan prioritas pada bidang-bidang yang ingin Anda masuki di masa depan nanti. Jika Anda beniat menjadi dosen, mungkin IP 3,7 itu haram hukumnya, sebab seorang pengajar harus benar-benar tau tentang apa yang diajarkannnya. Jika Anda berniat menjadi pengusaha, mungkin IP minimal 3,00 itu sudah cukup, dengan catatan Anda juga serius untuk belajar menjadi pengusaha yang handal. Jadi Anda belajar dengan 2 beban sekaligus, yakni akademis dan non akademis (belajar menjadi pengusaha). Tapi akan sangat mengagumkan ketika dengan 2 beban ini, Anda tetap bisa meraih cumlaude. Kalau Anda ingin menjadi pekerja, mulai sekarang Anda harus belajar untuk menjadi orang yang patuh dengan tidak mencoba melawan arus, sebab ketika Anda mencoba melakukuan itu, bisa-bisa bos Anda memecat Anda. :)

No comments: