Tuesday, February 19, 2008

Breaking Session, Sudah Berakhir...

Beberapa waktu lalu kelurga besar SMA Negeri 11 Surabaya telah mengadakan Ulangan Akhir Semester, sehingga para anggota keluarga bersiap-siap untuk menghadapi kehadirannya. Para guru sibuk mempersiapkan soal untuk para muridnya, sedangkan para siswa sibuk belajar untuk menyambut hiburan yang hanya datang sekali dalam satu semester. Demikianlah pandangan salah seorang guru (Pak Yono, matematika), beliau menganggap soal hanyalah sebuah hiburan yang tidak perlu untuk ditakuti. Apalagi sampai membuat kita sampai frustasi karenanya, menurut beliau itu tidak benar. Saya sebagai siswa, juga harus menyiapkan UAS itu. Waduh, kok jadi curhat ya???

Karena hal itulah kegiatan blogging harus ditunda dulu, bukan berarti tidak ngeblog untuk selamanya. Mungkin tidak hanya saya saja, tapi teman-teman yang lain juga. Tidak cukup sampai disitu, setelah UAS berakhir saya juga harus mengikuti remidi untuk beberapa mata pelajaran. Jadi mau tidak mau saya harus belajar lagi, yaaahh bloggingnya tertunda lagi. Dan yang terakhir terima raport, mengingat banyak nilai yang mengalami penurunan saya juga harus bersiap untuk menerima pesan-pesan dari orang tua karena hal ini. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, saya juga harus membuat komitmen untuk semester dua ini. Agar semua yang buruk-buruk pada semester satu tidak terjadi lagi.

Kini semuanya sudah berlalu, rencana kedepan sudah tersusun. Blogging sudah siap untuk dimulai kembali, ini adalah posting pertama saya setelah diadakannya UAS itu. Kedepannya saya sangat berharap untuk bisa menuangkan ide-ide saya dalam blog saya, yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya.

::: Baru kali ini saya menceritakan pengalaman saya dalam blog, I've never done this before. :::

Friday, January 11, 2008

Masa Indah yang Terlewatkan

Sebuah Analogi Kehidupan



Suatu masa yang penuh dengan keindahan, yang dirasakan oleh wajah-wajah yang penuh senyuman dan canda tawa.
Sebuah kondisi yang tidak terjadi pada semua insan.

Masa fermentasi yang berada pada suhu dan kelembaban yang salah.
Tidak lain, hanya akan membuat tempe itu menjadi rusak bahkan busuk dan harus dibuang.

Sebuah dahan tempat buah bergantung, harus patah dan takkan lagi bisa disatukan.
Hingga akhirnya, satu dari dahan itu harus hilang ditelan bumi.

Suatu masa yang harus dilalui dengan tetesan air mata.
Sebuah kesedihan yang harus ditelan mentah-mentah tanpa air ataupun sejenisnya.
Sebuah sinar penderitaan yang harus ditatap dengan mata telanjang.

Semua itu, tidak lain adalah sebuah tiket yang harus ditebus untuk memasuki gerbang kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Sunday, January 6, 2008

Multiple Skill

Tidakkah anda melihat bahwa saat ini sedang gencar-gencarnya iklan prosesor dengan kekuatan ganda. Teknologi prosesor terbaru yang sedang ngetrend saat ini, yang terus dikembangkan oleh para produsen. Biasanya terdapat kata 'duo' pada produk tersebut, misalnya Intel Centrino Duo atau Intel Core 2 Duo. Prosesor tersebut bisa bekerja dua kali lebih banyak dari pada prosesor yang lain. Mohon maaf, saya tidak bermaksud untuk mempromosikan produk tersebut tapi saya hanya mencoba untuk memberikan sedikit gambaran tentang apa yang akan saya bicarakan dalam artikel ini.

Kita sebagai manusia juga berpotensi memiliki banyak keterampilan, sebagaimana prosesor itu. Memang tubuh kita satu, tapi jika kita memiliki banyak kemampuan kita akan bisa meraih banyak keutungan dari situ. Jika kita berprofesi sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan, tetapi tiba-tiba tanpa kita kita duga kita di-PHK karena perusahaan kita gulung tikar. Jika kita memiliki sebuah kemampuan lain, itu dapat menolong kita di saat-saat seperti itu. Apabila kita mahir mengoperasikan komputer, kita bisa menjadikan itu sebagai sumber penghasilan kita. Kita bisa menjadi guru komputer bagi anak-anak SD yang ingin menguasai program Office (word, power point, excell, dsb.) misalnya seperti itu. Dan masih banyak yang lain, tinggal kita sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing.

Bayangkan jika seandainya kita sekarang sedang berada dalam kondisi sulit seperti itu, namun kita tidak mempunyai keterampilan lain. Terus kita mau hidup pakai apa? Mungkin saat ini kita berpendapat, buat apa kita harus mempelajari hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan bidang kita. Memang pandangan itu tidak sepenuhnya salah, tapi di saat-saat sulit seperti itulah hal semacam itu kita butuhkan. Tidak ada salahnya kan jika kita mulai saat ini mulai membangun skill yang sesuai dengan bakat kita masing-masing. Karena hal itu adalah cadangan pemasukan kita di saat-saat sulit seperti itu.